Add your promotional text...
17 Kecamatan Tuntas, Layanan Jemput Bola Berpeluang Berlanjut
BERITALOKAL
8/27/2026


PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta menuntaskan rangkaian pelayanan publik terpadu yang digelar secara bergilir di 17 kecamatan. Kegiatan terakhir berlangsung di Desa Selawi, Kecamatan Pasawahan, Kamis (27/8/2026).
Program dengan konsep jemput bola tersebut menjadi upaya pemerintah daerah mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, dan lembaga mitra hadir dalam satu lokasi untuk memberikan beragam layanan kepada warga.
Layanan Didekatkan kepada Masyarakat
Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan pola jemput bola memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintah tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.
“Pelayanan ini merupakan upaya mendekatkan layanan dasar pemerintah kepada masyarakat. Dengan menghadirkan langsung OPD terkait, pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien,” ujar Sri Jaya Midan.
Layanan yang tersedia meliputi administrasi kependudukan, kesehatan, keagamaan, pelayanan Kejaksaan, Samsat, perbankan, hingga layanan sosial.
Camat Pasawahan, Iman Sukmana, menilai pola pelayanan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain memudahkan akses, kehadiran layanan di wilayah kecamatan dinilai dapat memangkas jarak dan waktu yang dibutuhkan warga untuk mendapatkan pelayanan.
“Pelayanan publik jemput bola ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan kemudahan, kecepatan, dan mendekatkan jarak pelayanan. Kami berharap program ini dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan karena antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa layanan seperti ini masih sangat dibutuhkan,” ujar Iman.
659 Anak Ikuti Khitanan Massal
Selain layanan dasar, rangkaian kegiatan juga diisi khitanan massal hasil kolaborasi Baznas Kabupaten Purwakarta dan Dinas Kesehatan.
Ketua Baznas Kabupaten Purwakarta, Hj. Rika Ristiawati, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya menyalurkan manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.
“Alhamdulillah sejak tahun kemarin Baznas ikut serta dalam pelayanan publik bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam program khitanan massal. Di 2026 ini, sampai pelayanan terakhir, jumlah anak yang dikhitan mencapai 659 anak,” ujar Rika.
Sebanyak 659 anak tercatat mengikuti khitanan massal selama rangkaian pelayanan publik di sejumlah kecamatan.
Antusiasme Jadi Bahan Evaluasi
Tingginya respons masyarakat menjadi salah satu bahan evaluasi Pemkab Purwakarta untuk menentukan keberlanjutan program pelayanan publik dengan pola jemput bola.
Sri Jaya mengatakan evaluasi akan dibahas bersama pihak terkait sebelum dilaporkan kepada Bupati Purwakarta.
“Antusiasme masyarakat selama pelaksanaan pelayanan publik ini menjadi bahan evaluasi kami. Nanti akan kami komunikasikan kembali dengan pihak terkait dan kami laporkan kepada Pak Bupati, karena pelayanan ini sangat memudahkan masyarakat dan diharapkan tidak berhenti sampai di sini,” katanya.
Selanjutnya, evaluasi akan mencakup efektivitas layanan, respons masyarakat, serta kemungkinan dukungan penganggaran melalui perubahan anggaran apabila program kembali dilaksanakan.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Pemkab Purwakarta dalam menentukan keberlanjutan program dan pengembangan pola pelayanan yang lebih dekat serta mudah diakses masyarakat.(pangreka.id)