Add your promotional text...
500 Ribu Genteng Plered Dipesan Pemerintah, Dikirim Mulai Oktober
BERITANASIONAL
9/14/2026


PURWAKARTA — Sentra genteng Plered, Kabupaten Purwakarta, mendapat pesanan 500 ribu genteng untuk mendukung program gentengisasi pemerintah. Pengiriman dijadwalkan mulai Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya mengganti atap rumah berbahan asbes dan seng menjadi genteng.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, total 2,5 juta genteng telah dipesan pemerintah dari dua sentra produksi di Jawa Barat. Sebanyak 500 ribu genteng berasal dari Plered, sementara 2 juta lainnya dipasok UMKM Jatiwangi, Majalengka.
“Bulan depan Oktober dan November untuk arahan Presiden (Prabowo Subianto) gentengisasi, 500 ribu genteng akan dikirimkan bulan depan di Purwakarta dan 2 juta genteng produk UMKM kita itu akan kita kirim ke Jatiwangi, Majalengka,” kata Maruarar dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Pesanan tersebut memperkuat posisi Plered sebagai salah satu sentra produk lokal yang masuk dalam rantai pasok program perumahan pemerintah.
Plered Jadi Pemasok Program Perumahan
Keterlibatan Plered dalam program pemerintah telah berlangsung sebelumnya. Pada April 2026, sebanyak 44 ribu genteng dari Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, dikirim untuk mendukung pembangunan hunian di Purwakarta.
Plered dan Jatiwangi juga disiapkan sebagai pemasok material untuk sejumlah program perumahan di Jawa Barat, termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Pemerintah mendorong para perajin meningkatkan kualitas produk melalui standardisasi dan sertifikasi. Aspek yang diperhatikan tidak hanya kapasitas produksi, tetapi juga kualitas, harga, estetika, dan kesesuaian standar.
“Kita sudah melakukan uji coba beberapa bulan lalu di Plered, Purwakarta dan di Jatiwangi, Majalengka,” ujar Maruarar pada akhir Agustus 2026.
Gentengisasi Sasar Rumah Beratap Asbes
Program gentengisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan produk lokal, tetapi juga peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Rumah yang menggunakan atap asbes menjadi salah satu perhatian dalam program perbaikan rumah pemerintah. Penggantian dapat dilakukan ketika rumah tersebut masuk dalam sasaran program renovasi.
Kriteria perbaikan juga diperluas. Kerusakan tidak harus terjadi pada seluruh bangunan. Bagian tertentu, seperti atap, dapat diperbaiki sepanjang penerima memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Program tersebut antara lain menyasar masyarakat berpenghasilan di bawah Rp5,7 juta per bulan atau kelompok desil 1–4.
Momentum Perajin Plered Perluas Pasar
Pesanan 500 ribu genteng membuka peluang bagi perajin dan UMKM Plered untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
Namun, besarnya kebutuhan juga menuntut kesiapan produksi, kualitas, harga, serta distribusi agar pasokan dapat berjalan konsisten.
Bagi Plered, keterlibatan dalam program gentengisasi menjadi momentum untuk memperkuat kembali sentra genteng Purwakarta sebagai pemasok produk lokal dalam program perumahan berskala nasional.(pangreka.id)