Belum Kantongi AMDAL dan PBG, Proyek Data Center AI BDx di Jatiluhur Ditahan

BERITALOKAL

10/4/2026

PURWAKARTA – Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Centers di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, belum dapat dilanjutkan. Pemerintah daerah meminta pengembang menyelesaikan seluruh persyaratan lingkungan dan bangunan sebelum aktivitas konstruksi kembali berjalan.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menegaskan, pengembang harus terlebih dahulu menyelesaikan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“AMDAL-nya urusin dulu. Setelah AMDAL-nya diurusin, PBG-nya urusin,” ujar Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein.

Menurutnya, pembahasan AMDAL diperlukan untuk mengetahui secara jelas dampak pembangunan maupun operasional pusat data terhadap lingkungan sekitar. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta masih menunggu konsultan AMDAL dari pihak BDx untuk melakukan pembahasan dokumen tersebut.

Om Zein menegaskan, selama AMDAL dan PBG belum terpenuhi, pembangunan pusat data tersebut belum dapat dilanjutkan.

“Karena AMDAL-nya belum dibahas, jadi kita masih menunggu konsultan AMDAL yang dari BDx,” ujarnya.

Penghentian sementara ini sebelumnya juga ditegaskan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menyebut proyek tidak boleh berjalan sebelum dokumen AMDAL dan PBG tersedia.

“PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya,” kata Dedi pada 30 September 2026.

Dedi juga meminta konsultan proyek membuka kajian kepada publik, terutama mengenai potensi kebisingan dan penggunaan air dari Waduk Jatiluhur. Menurutnya, keberadaan pusat data tersebut harus dipastikan tidak mengganggu pemanfaatan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Persoalan kebutuhan air menjadi salah satu perhatian karena pusat data AI membutuhkan pasokan air untuk sistem pendingin. Pada tahap awal, kebutuhan air BDx disebut sekitar 6.000 meter kubik per hari dan dapat meningkat hingga sekitar 33.000 meter kubik per hari ketika fasilitas berkembang penuh.

Dedi menjelaskan, skema pasokan air BDx berbeda dengan pengambilan air secara langsung dari Perum Jasa Tirta (PJT) II. Air dari sumber Jatiluhur dialirkan melalui sistem PDAM dan kemudian dibeli BDx sebagai konsumen komersial.

Ia meminta skema tersebut tetap dikawal agar tidak mengurangi pelayanan air bagi masyarakat maupun kebutuhan pertanian.

Untuk memperkuat kajian lingkungan, Dedi juga melibatkan Prof. Zulys, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, sebagai ahli yang memberikan pertimbangan akademis dalam proses penyusunan dan pembahasan AMDAL.

Dedi menekankan, proses AMDAL tidak boleh sekadar menjadi pemenuhan administratif, tetapi harus diuji secara terbuka dan berbasis kajian ilmiah.

Sebelumnya, BDx Data Centers telah menggelar groundbreaking AI Campus 2 (CGK4) di Jatiluhur pada 22 September 2026. Proyek tersebut dirancang sebagai kampus pusat data AI berkapasitas hingga 640 megawatt (MW) dengan pengembangan yang ditargetkan berlangsung sekitar tiga tahun.

Seremoni groundbreaking turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Namun, seremoni tersebut tidak serta-merta menjadi dasar untuk melanjutkan seluruh tahapan konstruksi.

Pemerintah tetap mensyaratkan pemenuhan aspek lingkungan dan bangunan. Dengan demikian, kelanjutan proyek data center AI BDx di Jatiluhur kini bergantung pada penyelesaian AMDAL, PBG, serta hasil kajian terhadap dampak lingkungan dan kebutuhan sumber daya air.(pangreka.id)