Bibit Pohon Gantikan Karangan Bunga di Hari Jadi Purwakarta, Pemkab Gaungkan Perayaan Ramah Lingkungan
Deskripsi blog
LOKAL


PURWAKARTA – Pemandangan berbeda terlihat di Kompleks Pemerintah Kabupaten Purwakarta saat peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58, Senin (20/7/2026). Jika pada tahun-tahun sebelumnya halaman kantor pemerintahan dipenuhi karangan bunga ucapan selamat, tahun ini deretan bibit pohon buah menjadi simbol perayaan yang lebih ramah lingkungan.
Kebijakan tersebut merupakan ajakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta kepada seluruh instansi, perusahaan, maupun masyarakat yang ingin menyampaikan ucapan selamat agar menggantinya dengan bibit pohon. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi limbah dari karangan bunga, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian lingkungan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan perubahan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya yang lebih peduli terhadap lingkungan hidup.
“Kami mengajak seluruh pihak yang ingin memberikan ucapan selamat Hari Jadi Purwakarta untuk menggantinya dengan bibit pohon. Karangan bunga memang indah dipandang, tetapi hanya sesaat. Sementara bibit pohon akan tumbuh, memberi manfaat bagi lingkungan, menghasilkan oksigen, menjaga kelestarian alam, dan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujar Midan, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, gerakan ini juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa setiap momentum perayaan dapat diisi dengan aksi nyata yang berdampak positif bagi alam. Bibit-bibit pohon yang diterima nantinya akan ditanam di berbagai lokasi sebagai bagian dari upaya penghijauan dan memperkuat ruang terbuka hijau di Kabupaten Purwakarta.
Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat rangkaian Hari Jadi Purwakarta tahun 2026 yang tidak hanya menghadirkan kegiatan budaya, olahraga, dan hiburan rakyat, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan serta pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap langkah sederhana ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk mengubah tradisi seremonial menjadi gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan generasi mendatang.(pangreka.id)