Add your promotional text...
Ciamis Jadi Lokus PKN Tingkat II, Kepemimpinan Lingkungan Jadi Bahan Pembelajaran
BERITAREGIONAL
9/8/2026


CIAMIS — Kabupaten Ciamis kembali dipercaya menjadi daerah rujukan pembelajaran bagi para pemimpin birokrasi. Setelah meraih penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award 2025 kategori Clean Land untuk kota kecil, Ciamis kini menjadi salah satu lokus visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII BPSDM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Rombongan peserta PKN diterima di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Selasa (8/9/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi hadir menyambut peserta bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Ciamis dipilih sebagai lokus visitasi karena dinilai memiliki pengalaman yang relevan dengan tema pelatihan, yakni “Peran Kepemimpinan Adaptif dan Kolaboratif dalam Penguatan Tata Kelola Mitigasi Kerusakan Lingkungan.”
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran secara teoritis, tetapi juga melihat langsung praktik kebijakan, inovasi, kepemimpinan, dan kolaborasi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menghadapi persoalan lingkungan dan tata kelola pemerintahan.
Capaian Ciamis dalam pengelolaan lingkungan menjadi salah satu konteks penting dalam kegiatan tersebut. Pada 2025, Kabupaten Ciamis meraih penghargaan The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities Award and 5th Certificates of Recognition kategori Clean Land untuk kota kecil. Penghargaan itu diumumkan dalam rangkaian 18th ASEAN Ministerial Meeting on The Environment di Langkawi, Malaysia, pada 2–3 September 2025.
Pengelolaan lingkungan di Ciamis juga didukung berbagai praktik di tingkat masyarakat, mulai dari pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga keterlibatan komunitas dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sekda Ciamis Andang Firman Triyadi mengapresiasi kepercayaan BPSDM Provinsi Jawa Barat yang menjadikan Ciamis sebagai salah satu lokus pembelajaran PKN Tingkat II.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari pengalaman Ciamis, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan antara pemerintah daerah dan para peserta.
“Dengan kunjungan visitasi kepemimpinan nasional ini, kami berharap dapat menjadi ruang pembelajaran dua arah. Bukan hanya peserta yang belajar dari Ciamis, tetapi kami juga berharap Pemerintah Ciamis dapat memperoleh wawasan, masukan dan gagasan baru dari para peserta,” ujar Andang.
Andang meminta seluruh perangkat daerah yang menjadi lokus visitasi memberikan informasi dan pengalaman secara terbuka, objektif, serta konstruktif. Ia berharap proses tersebut menghasilkan pembelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi penguatan tata kelola pemerintahan.
Ia menilai perubahan zaman menuntut pemerintah memiliki kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan. Selain adaptif, pemimpin juga dituntut mampu membangun kolaborasi, mendorong inovasi, serta memastikan kebijakan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
“Semoga silaturahmi dan kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepemimpinan pemerintahan yang semakin adaptif, kolaboratif, inovatif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat Dr. Ika Mardiah, M.Si. menjelaskan bahwa visitasi merupakan bagian dari proses pembelajaran PKN Tingkat II. Kegiatan tersebut bertujuan membekali peserta agar mampu mengaktualisasikan kepemimpinan strategis sesuai tema yang diangkat.
Sebanyak 60 peserta dan empat pembimbing mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Para peserta selanjutnya melakukan pembelajaran lapangan di sejumlah perangkat daerah Kabupaten Ciamis.
Empat perangkat daerah yang menjadi lokus visitasi yakni BKPSDM Kabupaten Ciamis, DPUTRP Kabupaten Ciamis, DPMPTSP Kabupaten Ciamis, dan DPRKPLH Kabupaten Ciamis.
Melalui visitasi ini, Ciamis tidak hanya menjadi tempat peserta memperoleh pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengalaman. Praktik kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan diharapkan dapat menjadi referensi bagi penguatan kepemimpinan adaptif serta tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan.(pangreka.id)