Dari Sri Baduga ke Cibulakan, Muru Indung Cai Hidupkan Semangat Merawat Sumber Kehidupan

LOKAL

6/14/20261 min read

PURWAKARTA – Tradisi Muru Indung Cai menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan Hari Jadi ke-58 Kabupaten Purwakarta Tahun 2026, Minggu (14/6/2026). Digelar usai Mitembeyan Hari Jadi Purwakarta, kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap air sebagai sumber kehidupan sekaligus ajakan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan diawali dari kawasan Taman Air Mancur Sri Baduga dan diikuti Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Sekretaris Daerah Sri Jaya Midan, unsur perangkat daerah, BUMN, BUMD, tokoh masyarakat, serta warga. Rombongan kemudian melakukan napak tilas menuju Mata Air Cibulakan di Kecamatan Wanayasa.

Setibanya di Alun-alun Wanayasa, peserta disambut kesenian Sisingaan dan tarian tradisional yang mengiringi perjalanan menuju lokasi mata air. Prosesi berlangsung khidmat dan semarak, mencerminkan perpaduan pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari identitas Purwakarta.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengatakan, Muru Indung Cai bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sumber daya alam.

“Melalui Muru Indung Cai, kita diingatkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Tradisi ini mengajarkan kita untuk menjaga alam dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang,” ujar Om Zein.

Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan budaya. Karena itu, nilai-nilai warisan leluhur perlu terus dijaga sebagai bagian dari identitas daerah dan pedoman menuju pembangunan berkelanjutan.(pangreka.id)