Deteksi Dini NAPZA, Siswa SMA-SMK Purwakarta Akan Jalani Tes Urine

BERITALOKAL

9/28/2026

PURWAKARTA – Siswa SMA dan SMK di Kabupaten Purwakarta akan menjalani pemeriksaan urine sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) di lingkungan sekolah.

Program tersebut merupakan kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Sasaran pemeriksaan mencakup siswa SMA dan SMK negeri maupun swasta, termasuk sekolah di wilayah kerja Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IV Jawa Barat.

KCD Pendidikan Wilayah IV yang meliputi Kabupaten Purwakarta, Karawang, dan Subang saat ini melakukan pendataan terhadap siswa yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Humas KCD Pendidikan Wilayah IV Jawa Barat, Naufal, mengatakan pemeriksaan urine merupakan bagian dari langkah pencegahan dan deteksi dini. Sekolah melakukan pendataan berdasarkan catatan yang dimiliki, termasuk informasi dari guru Bimbingan dan Konseling (BK).

“Ini sebetulnya tidak asal tes urine. Ini merupakan salah satu langkah pencegahan dan untuk bisa mendeteksi dini. Sekolah juga sudah memiliki catatan masing-masing, misalnya dari BK, terkait siswa yang mungkin perlu mendapatkan pemeriksaan,” kata Naufal.

Ia menegaskan, catatan tersebut tidak serta-merta menunjukkan seorang siswa menggunakan NAPZA. Data itu menjadi bagian dari proses pendataan sebelum pemeriksaan dilakukan.

Menurut Naufal, program tersebut juga berkaitan dengan penguatan karakter peserta didik, khususnya karakter cageur dalam pendidikan Pancawaluya.

“Ini bukan sekadar tes urine. Kalau kita bicara pendidikan karakter, salah satu dari lima indikator Pancawaluya adalah cageur, yaitu sehat jasmani dan rohani. Kami berharap siswa-siswi di Jawa Barat, khususnya di wilayah IV, memiliki karakter yang cageur,” ujarnya

Positif Tidak Otomatis Dikeluarkan

Apabila terdapat siswa yang memperoleh hasil pemeriksaan positif, penanganannya tidak serta-merta berupa sanksi berat.

Naufal mengatakan mekanisme penanganan akan mengacu pada ketentuan pendidikan karakter Pancawaluya dan aturan yang berlaku di masing-masing satuan pendidikan.

“Kalau nanti ditemukan siswa yang positif, untuk sanksinya dikembalikan lagi kepada poin-poin yang diatur dalam pendidikan Pancawaluya. Tidak langsung tiba-tiba dikeluarkan. Dilihat dulu seperti apa skoringnya,” jelasnya.

Libatkan Orang Tua

Pelaksanaan program juga melibatkan orang tua atau wali siswa. Dinas Pendidikan Jawa Barat sebelumnya meminta satuan pendidikan mengumpulkan persetujuan orang tua atau wali untuk pemeriksaan kesehatan dan tes urine.

Naufal mengatakan sekolah dan KCD berperan dalam pendataan serta koordinasi, termasuk memastikan komunikasi dengan peserta didik dan keluarga berjalan dengan baik.

“Bagaimanapun para siswa yang ada di sekolah merupakan anak-anak yang membutuhkan peran komunikasi antara orang tua dengan wali kelas. Kami berharap ada kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua,” katanya.

Menurutnya, komunikasi tersebut diperlukan untuk mendukung pencegahan sekaligus memberikan pendampingan apabila terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Kerahasiaan Hasil Pemeriksaan

KCD Pendidikan Wilayah IV juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan hasil pemeriksaan agar tidak menimbulkan stigma atau perlakuan berbeda terhadap siswa.

Sekolah merupakan ruang pendidikan sekaligus lingkungan sosial tempat peserta didik tumbuh dan berinteraksi. Karena itu, hasil pemeriksaan perlu ditangani secara hati-hati sesuai ketentuan yang berlaku.

Rencana pemeriksaan urine tersebut dituangkan dalam Nota Dinas Dinas Pendidikan Jawa Barat Nomor 34379/TU.03/PSM, yang memuat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk pelaksanaan tes urine bagi siswa jenjang menengah atas, baik SMA maupun SMK negeri dan swasta.

Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pencegahan NAPZA melalui deteksi dini, komunikasi antara sekolah dan keluarga, serta pembinaan peserta didik dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keberlanjutan pendidikan siswa.(pangreka.id)