Add your promotional text...
Diskanak Purwakarta Periksa Kuda, Deteksi Dini AHS dan Strangles
BERITALOKAL
9/22/2026


PURWAKARTA – Petugas kesehatan hewan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kuda sebagai langkah deteksi dini penyakit African Horse Sickness (AHS) dan Strangles.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kesehatan hewan sekaligus upaya surveilans untuk mengetahui kondisi kesehatan kuda dan mendeteksi kemungkinan adanya penyakit sejak dini.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diskanak Purwakarta, Wini Karmila, mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sejumlah sampel dari kuda yang diperiksa.
“Untuk pemeriksaan ini kita lakukan sampling, mulai dari darah, tracheal swab, kemudian feses. Sampel tersebut nantinya diperiksa untuk melihat ada tidaknya penyakit,” ujar Wini.
Menurut Wini, sampel yang telah diambil selanjutnya dikirim untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam mengetahui kondisi kesehatan hewan secara lebih akurat.
Pemeriksaan laboratorium juga menjadi salah satu pendekatan dalam surveilans penyakit hewan. Kementerian Pertanian menyebut surveilans dilakukan untuk mendeteksi potensi penyakit lebih awal sehingga langkah pengendalian dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Waspadai Penyakit pada Kuda
African Horse Sickness atau AHS merupakan penyakit virus pada kuda yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan hewan. Deteksi melalui pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting dalam surveilans AHS. Balai Veteriner Bukittinggi pada kegiatan surveilans 2025, misalnya, menggunakan metode Real Time PCR untuk menguji sampel darah kuda.
Indonesia sendiri tengah mendorong penguatan pengawasan kesehatan kuda. Kementerian Pertanian sebelumnya menyampaikan rencana pengajuan status bebas AHS untuk wilayah Jawa dan Bali serta pengembangan zona bebas penyakit kuda untuk mendukung kegiatan berkuda internasional.
Sementara itu, Strangles merupakan penyakit menular pada kuda yang disebabkan bakteri Streptococcus equi. Penyakit ini umumnya berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan bagian atas dan dapat ditandai antara lain dengan demam, keluarnya cairan dari hidung, batuk, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
Karena itu, pemeriksaan dan pengambilan sampel menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi kesehatan kuda, sekaligus mendukung upaya pencegahan penyebaran penyakit.
Melalui pemeriksaan secara berkala dan pemeriksaan laboratorium, Diskanak Purwakarta berupaya memperkuat deteksi dini serta menjaga kesehatan hewan di wilayah Kabupaten Purwakarta.(pangreka.id)