Eceng Gondok Sukasari Tembus Singapura, Produk UMKM Dilirik Bupati Purwakarta

BERITALOKAL

8/13/2026

PURWAKARTA – Eceng gondok yang selama ini dikenal sebagai tanaman pengganggu ternyata mampu diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Potensi tersebut dikembangkan kelompok usaha UMKM di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Salah satu anggotanya, Ibu Tiah, turut memperkenalkan produk kerajinan berbahan eceng gondok dalam kegiatan Pelayanan Publik di Kecamatan Sukasari, Kamis (13/8/2026).

Melalui program Siaran Keliling (Sirkel) Radio Pro 93.10 FM, Ibu Tiah menceritakan perjalanan kelompok usaha tersebut yang telah mengembangkan kerajinan eceng gondok selama sekitar tiga tahun.

Kelompok usaha itu bermula dari pembinaan Perum Jasa Tirta (PJT) II. Seiring berkembangnya usaha, eceng gondok diolah menjadi berbagai produk kerajinan, mulai dari keranjang, tas, pot bunga, kotak tisu, taplak meja hingga sandal.

Proses produksi juga didukung mesin penggiling untuk mengolah eceng gondok sebelum digunakan sebagai bahan dasar kerajinan.

Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di Purwakarta, tetapi telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia, seperti Bali dan Papua. Bahkan, kerajinan berbahan eceng gondok tersebut telah dikirim hingga Singapura.

Meski memiliki peluang pasar yang cukup luas, kelompok usaha tersebut masih menghadapi kendala, terutama dalam memenuhi pesanan dalam jumlah besar dan menjaga konsistensi produksi. Penguatan pemasaran serta peningkatan kapasitas produksi pun terus dilakukan agar produk semakin dikenal.

Potensi tersebut mendapat perhatian Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Saat meninjau kegiatan Pelayanan Publik di Sukasari, Om Zein melihat langsung produk kerajinan eceng gondok dan turut membeli sejumlah produk sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.

Ibu Tiah mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan Bupati Purwakarta kepada kelompok usaha mereka.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Purwakarta yang sudah melihat dan membeli produk kami. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi semangat untuk terus mengembangkan usaha kerajinan eceng gondok dari Sukasari,” ujar Ibu Tiah.

Selain kerajinan eceng gondok, kelompok UMKM Sukasari turut menampilkan sejumlah produk lokal lainnya, di antaranya gula semut Purwakarta dan Indung Kopi.

Bupati Purwakarta mengatakan, kegiatan Pelayanan Publik tidak hanya menjadi sarana masyarakat memperoleh layanan pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat sekaligus mendorong potensi ekonomi masyarakat.

“Pelayanan publik ini merupakan bentuk kasih sayang pemerintah kepada masyarakat. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan secara langsung, mudah, dan tidak berbelit-belit,” ujar Om Zein.

Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan perhatian terhadap potensi ekonomi lokal.

Dengan dukungan pemerintah, penguatan pemasaran, serta peningkatan kapasitas produksi, kelompok usaha kerajinan eceng gondok Sukasari diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu produk unggulan ekonomi kreatif Kabupaten Purwakarta.(pangreka.id)