Add your promotional text...
Empat Desa di Maniis Jadi Sasaran Pemberdayaan Perempuan dalam Transisi Energi
BERITALOKAL
9/26/2026


PURWAKARTA – Empat desa di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, menjadi sasaran program pemberdayaan perempuan dalam mendukung transisi energi di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membuka akses pembiayaan dan pengembangan usaha, sekaligus memperkuat keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat masyarakat.
Upaya tersebut dibahas Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama Rumah Energi dalam forum multipihak bertajuk Membangun Transisi Energi yang Inklusif dan Responsif Gender di Wilayah PLTS Terapung Cirata di Aula Janaka, Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta, Rabu (23/9/2026).
Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku sektor energi, lembaga keuangan, serta organisasi pemberdayaan masyarakat untuk membahas bagaimana transisi energi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar, khususnya perempuan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program transisi energi tidak hanya berfokus pada pembangunan teknologi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Keberhasilan dari program transisi energi yang inklusif tidak dapat tercapai apabila berjalan secara parsial. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita memerlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat, sektor swasta, hingga lembaga perbankan untuk memastikan program ini memberikan multiplier effect bagi warga lokal,” ujar Sri dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
Sri berharap kawasan PLTS Terapung Cirata, khususnya Kecamatan Maniis, dapat menjadi contoh pengembangan transisi energi yang tetap melibatkan masyarakat setempat dan memberikan ruang bagi mereka untuk memperoleh manfaat ekonomi.
Perempuan Didorong Menjadi Pelaku Ekonomi
Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Bidang Pengarusutamaan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nani Dwi Wahyuni mengatakan pemberdayaan ekonomi perempuan perlu menjadi bagian dari pembahasan transisi energi.
Menurut Nani, salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah Kebun Pangan Perempuan. Kegiatan tersebut dapat menghubungkan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat kepemimpinan perempuan di tingkat lokal.
Direktur Eksekutif Rumah Energi Sumanda Tondang mengatakan transisi energi perlu diikuti dengan pembukaan akses terhadap program pemberdayaan, pembiayaan, dan peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Transisi energi harus membuka peluang yang setara bagi masyarakat, khususnya perempuan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor penting untuk menghubungkan kapasitas masyarakat dengan akses program, pembiayaan, dan peluang ekonomi,” kata Sumanda.
Menjangkau Empat Desa di Kecamatan Maniis
Pemberdayaan perempuan tersebut merupakan bagian dari Program PW4JET (Pro Women for Just Energy Transition) yang dilaksanakan Rumah Energi dengan dukungan Ford Foundation.
Program ini menyasar empat desa di Kecamatan Maniis, yakni Desa Citamiang, Sinargalih, Tegal Datar, dan Pasir Jambu. Perempuan Kepala Keluarga (PEKA) menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus dalam pelaksanaan program.
Project Manager PW4JET Gustina mengatakan transisi energi perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan kesenjangan gender yang ada di sekitar kawasan proyek energi.
“Transisi energi tidak akan tercapai jika kita hanya bicara soal teknologi, tanpa melihat aspek sosial dan ketimpangan gender yang ada di sekitarnya. Program PW4JET hadir dengan visi menempatkan perempuan sebagai aktor utama transisi energi, bukan sekadar penerima manfaat pasif,” ujar Gustina.
Sejumlah kegiatan telah dilakukan dalam pelaksanaan program tersebut. Di antaranya kick-off dan lokakarya pengarusutamaan GEDSI pada 5 Agustus 2026 serta lokakarya Gender Action Learning System (GALS) pada 26–27 Agustus 2026.
Tahapan selanjutnya diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan. Materinya mencakup pelatihan cerdas iklim, seperti pemanfaatan eceng gondok untuk pembuatan silase dan kompos, pengenalan teknologi biogas, serta penguatan kepemimpinan perempuan.
Program tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan masyarakat dengan berbagai sumber dukungan, mulai dari program pemerintah, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), akses pembiayaan, hingga pengembangan usaha.
Melalui pendekatan tersebut, pengembangan kawasan transisi energi di Kecamatan Maniis diharapkan tidak hanya berorientasi pada penggunaan energi bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperkuat kapasitas masyarakat setempat.
Perempuan di empat desa sasaran pun didorong untuk mengambil peran lebih besar sebagai pelaku dalam proses perubahan ekonomi dan sosial yang berlangsung di sekitar kawasan PLTS Terapung Cirata.(pangreka.id)