FAKTA Purwakarta dan Pemdes Sukajaya Siapkan Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa di Tebing Gunung Sembung

Deskripsi blog

LOKAL

7/28/20263 min read

PURWAKARTA – Forum Aktivitas Pecinta Alam (FAKTA) Purwakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, akan menggelar aksi pengibaran Bendera Merah Putih berukuran 20 x 30 meter di tebing Gunung Sembung pada 17 Agustus 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak tiga pekan terakhir. Tim telah memasang angkur sebagai titik pengikat rangka (frame) bendera di area tebing Gunung Sembung agar proses pengibaran dapat berlangsung dengan aman sesuai standar keselamatan.

Penggiat alam bebas bidang ketinggian, Hadi, mengatakan seluruh tahapan persiapan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek teknis dan keamanan.

"Alhamdulillah, persiapan sudah berjalan sekitar tiga minggu. Kami sudah memasang angkur untuk frame bendera. Tinggal menyelesaikan beberapa tahapan teknis agar pada 17 Agustus nanti pengibaran dapat berjalan lancar dan aman," ujarnya.

Sekretaris Jenderal FAKTA Purwakarta, Bayu, menjelaskan bahwa FAKTA merupakan wadah kolaborasi bagi para pegiat alam bebas dari berbagai organisasi dan lintas generasi di Kabupaten Purwakarta.

Menurutnya, pengibaran Bendera Merah Putih di lokasi-lokasi ekstrem telah menjadi agenda rutin organisasi sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan bangsa sekaligus kampanye kecintaan terhadap alam.

"FAKTA hadir untuk semua lintas generasi dan lintas organisasi yang memiliki hobi di bidang kegiatan alam bebas. Kami mengakomodasi berbagai himpunan pencinta alam di Purwakarta untuk berkolaborasi. Pengibaran Bendera Merah Putih merupakan agenda tahunan. Sebelumnya kami pernah melaksanakan pengibaran di perairan, di puncak gunung, maupun di tebing. Alhamdulillah konsep yang kami bawa mendapat sambutan baik dari Pemerintah Desa Sukajaya," kata Bayu.

Sementara itu, Dadan dari FAKTA Purwakarta menegaskan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan selalu mengedepankan prinsip keselamatan (pro safety). Selain aksi pengibaran bendera, FAKTA juga aktif memberikan pendidikan dasar (Diklatsar) kepada para pegiat alam bebas agar memahami manajemen risiko dalam setiap aktivitas.

"Kegiatan kami selalu mengutamakan keselamatan. Melalui pendidikan dasar, kami mengedukasi peserta untuk mengenal risiko dan potensi bahaya di alam bebas. Jadi bukan hanya mengejar pemandangan yang indah, tetapi juga memahami bagaimana beraktivitas secara aman dan bertanggung jawab," jelasnya.

Kepala Desa Sukajaya, Nirwan Hermawan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan pengibaran bendera di Gunung Sembung selaras dengan upaya pemerintah desa dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan yang positif.

Nirwan mengungkapkan bahwa pengembangan wisata Gunung Sembung berawal dari keinginan menyediakan ruang aktivitas yang sehat bagi para pemuda Desa Sukajaya.

"Tujuan awal kami membangun kawasan wisata Gunung Sembung adalah untuk meminimalisasi anak-anak muda, khususnya Generasi Z, agar memiliki ruang berkegiatan yang positif. Saat itu kasus begal dan tawuran cukup marak sehingga kami ingin menghadirkan alternatif kegiatan yang bermanfaat," ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pembangunan kawasan wisata tersebut memakan waktu sekitar satu setengah tahun. Dari kawasan hutan yang sebelumnya belum dimanfaatkan, kini Gunung Sembung berkembang menjadi destinasi wisata alam yang dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

"Alhamdulillah sekarang bukan hanya warga Sukajaya yang datang. Banyak pengunjung dari berbagai wilayah di Purwakarta bahkan dari Bekasi, Jakarta, dan daerah lainnya. Kami tidak memungut tiket masuk, parkir pun seikhlasnya. Kami juga mengingatkan para pelaku UMKM agar menjual dengan harga yang wajar. Yang paling utama adalah kenyamanan pengunjung tanpa adanya pungutan liar," katanya.

Sebagai putra daerah, Nirwan berharap pengibaran Bendera Merah Putih di Gunung Sembung mampu membangkitkan semangat nasionalisme sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda.

"Saya berharap kegiatan ini menambah semangat kemerdekaan, terutama bagi para pemuda Desa Sukajaya. Bagi saya, pemuda adalah motor penggerak keberhasilan pembangunan suatu wilayah. Karena itu kami mendukung penuh kegiatan positif seperti ini," tutur Nirwan.

Untuk mendukung kelancaran acara, Pemerintah Desa Sukajaya juga menggandeng unsur pengamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Sementara itu, Hadi menambahkan bahwa prosesi pengibaran bendera akan melibatkan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari SMK Negeri 2 Sukatani dan SMP Negeri 2 Sukatani sebagai bentuk pelibatan generasi muda dalam peringatan Hari Kemerdekaan.

Kolaborasi antara komunitas pecinta alam, pemerintah desa, aparat keamanan, dan kalangan pelajar tersebut diharapkan menjadi simbol semangat gotong royong sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air melalui momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan wisata Gunung Sembung.(Pangreka.id)