Add your promotional text...
Festival Suara Nusantara 2026 Hadir di Jawa Barat, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat Lewat Mendongeng
REGIONALBERITA
8/3/2026


BANDUNG – Kekayaan cerita rakyat Jawa Barat kembali dihidupkan melalui Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara Jawa Barat 2026. Mengusung tema "Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan", kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum untuk melestarikan budaya tutur sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.
Festival yang diselenggarakan oleh PT Navaswara Bhuwana Kencana ini membuka pendaftaran secara gratis mulai 15 Juni hingga 10 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan seleksi administrasi dan pengiriman video mendongeng, kemudian dilanjutkan babak penyisihan pada 10-15 Agustus, pengumuman peserta terbaik pada 16 Agustus, semifinal pada 22 Agustus, dan grand final pada 23 Agustus 2026.
Ketua Panitia sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, mengatakan Jawa Barat dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelestarian cerita rakyat.
"Dari sekian banyak masukan sahabat Suara Nusantara, suara Jawa Barat selalu yang paling lantang. Terima kasih Bapak Gubernur Dedi Mulyadi atas audiensi dan masukannya. Kami pulang dengan lebih dari sekadar catatan," ujar Cahaya.
Festival ini dibagi ke dalam empat kategori, yaitu Benih Nusantara untuk siswa SD/MI, Tunas Nusantara bagi siswa SMP/MTs, Kuntum Nusantara untuk siswa SMA/SMK/MA, serta Ranting Nusantara bagi mahasiswa, guru, dan masyarakat umum.
Pada tahap seleksi, peserta diwajibkan memilih satu dari 15 cerita rakyat Jawa Barat yang telah ditetapkan panitia, kemudian mengunggah video mendongeng berdurasi maksimal tiga menit dalam format Instagram Reels tanpa proses penyuntingan. Video harus diunggah melalui akun Instagram yang bersifat publik dengan mencantumkan akun serta tagar resmi penyelenggara.
Adapun 15 cerita rakyat yang dapat dipilih peserta meliputi:
Ciung Wanara
Asal-usul Situ Bagendit
Asal-usul Gunung Padang
Curug Citambur dan Legenda Prabu Tanjung Sanghyang Anginan
Nyai Anteh Sang Penunggu Bulan
Si Kabayan
Lutung Kasarung
Prabu Siliwangi
Asal Mula Nama Cianjur
Dalem Boncel
Kisah 99 Kera Santri Penjaga Situs Kalijaga Cirebon
Legenda Gunung Tampomas
Legenda Karang Nini dan Bale Kambang
Asal-usul Nama Giri Lawungan
Asal Mula Nama Dayeuh Manggung
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Festival Suara Nusantara diharapkan menjadi gerakan literasi budaya yang mampu memperkenalkan kembali nilai-nilai moral, sejarah, serta identitas masyarakat Sunda kepada generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dukungan terhadap penyelenggaraan festival juga disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurutnya, cerita rakyat memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
"Cerita rakyat atau dongeng adalah pengantar pertumbuhan manusia Indonesia. Banyak anak-anak Indonesia seusia saya hari ini sudah sangat tua, itu dibentuk berdasarkan cerita yang didengar dalam setiap waktu. Karena telinga itu mampu membentuk karakter manusia," kata Dedi.
Ia menambahkan, tradisi mendongeng bukan hanya menjaga keberlangsungan budaya, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai kejujuran, keberanian, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap tanah air kepada generasi penerus.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Juara pertama di setiap kategori akan menerima uang pembinaan sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, juara ketiga Rp2 juta, penghargaan kategori khusus Rp1 juta, serta juara harapan Rp500 ribu.
Melalui festival ini, penyelenggara berharap tradisi mendongeng kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal. Dengan melibatkan berbagai kalangan, Festival Suara Nusantara 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mahir bercerita, tetapi juga memahami dan mencintai kekayaan budaya Jawa Barat sebagai bagian dari identitas bangsa.(pangreka.id)