Influenza Meningkat di Jawa Barat, 9 Kasus Terkonfirmasi Influenza A

BERITAREGIONAL

9/23/2026

BANDUNG – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat adanya peningkatan kasus influenza sejak Agustus 2026. Hingga minggu ke-36, sebanyak 10 kasus influenza terkonfirmasi melalui pemantauan surveilans, dengan sembilan kasus merupakan Influenza A dan satu kasus Influenza B.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jawa Barat, dr. Selvia Kusdwiyanti, mengatakan data tersebut diperoleh melalui pemantauan pada dua fasilitas kesehatan yang menjadi site sentinel influenza di Jawa Barat.

“Sembilan yang influenza A dan satu influenza B,” ujar Selvia, Selasa (22/9/2026).

Pemantauan dilakukan melalui dua sistem surveilans, yakni Influenza-Like Illness (ILI) di Puskesmas Padasuka, Kota Bandung, serta Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Surveilans ILI digunakan untuk memantau pasien rawat jalan dengan gejala yang menyerupai influenza. Sementara itu, SARI memantau pasien yang menjalani rawat inap dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut berat.

“Puskesmas Padasuka untuk melihat tren peningkatan kasus ILI, untuk pasien yang datang rawat jalan. Kalau untuk yang SARI, fasilitas kesehatan yang ditunjuk adalah RSHS, mengamati penyakit saluran pernapasan akut yang berat,” jelas Selvia.

Berdasarkan data Sentinel SARI sepanjang minggu ke-1 hingga minggu ke-35, RSHS mencatat 63 kasus dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut berat. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, hanya 10 kasus yang terkonfirmasi sebagai influenza A maupun B. Kasus lainnya merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang bukan disebabkan influenza.

Data tersebut berasal dari pasien berbagai kabupaten/kota yang mendapatkan perawatan di RSHS Bandung sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Barat.

Selvia menyebut pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan tren influenza sekaligus mendeteksi potensi peningkatan kasus sehingga langkah mitigasi dapat disiapkan sesuai kondisi di lapangan.

Secara nasional, Kementerian Kesehatan juga menjalankan surveilans sentinel ILI dan SARI sebagai bagian dari sistem pemantauan penyakit pernapasan, termasuk influenza, COVID-19, dan infeksi saluran pernapasan akut lainnya. Data surveilans digunakan sebagai dasar pemantauan situasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit menular.

Influenza umumnya disebabkan virus tipe A atau B. Gejalanya dapat berupa demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, sakit tenggorokan, dan pilek. WHO menyebut influenza dapat beredar sepanjang tahun di wilayah tropis seperti Indonesia.

Masyarakat yang mengalami gejala influenza dianjurkan menjaga kondisi tubuh, mengurangi kontak dengan orang lain ketika sedang sakit, serta memperhatikan kebersihan tangan dan sirkulasi udara. Vaksinasi influenza juga menjadi salah satu upaya pencegahan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat.(pangreka.id)