Add your promotional text...
Jabar Terbaik dalam Perencanaan Pembangunan, KDM Tekankan Manfaat Nyata bagi Rakyat
BERITAREGIONAL
10/2/2026


BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 tingkat nasional. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
PPD merupakan bentuk evaluasi pemerintah pusat terhadap kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Pada 2026, evaluasi mencakup 38 provinsi, 334 kabupaten, dan 86 kota.
Bagi Dedi Mulyadi, capaian tersebut tidak berhenti pada predikat atau penghargaan. Ia menekankan bahwa keberhasilan perencanaan pembangunan harus terlihat dari pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Karena wilayah dengan keterbatasannya akan memicu inovasi. Untuk apa? Inovasi untuk memberikan pelayanan publik memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Dedi.
Ia mengatakan keterbatasan anggaran perlu direspons dengan inovasi dan penentuan prioritas yang tepat. Program pemerintah, menurutnya, harus diarahkan pada kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.
Sejumlah program yang menjadi perhatian Pemprov Jawa Barat mencakup pendidikan, infrastruktur dan kesejahteraan. Di sektor pendidikan, pemerintah mendorong penambahan sekolah, ruang kelas baru, serta guru.
Sementara di bidang infrastruktur, perhatian diarahkan pada perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), dan pengembangan sistem CCTV terintegrasi.
Untuk sektor kesejahteraan, dukungan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) ditingkatkan dari Rp17,5 juta menjadi Rp40 juta per rumah. Pemprov Jabar juga menyiapkan perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal, termasuk petani dan nelayan.
Predikat Terbaik I PPD 2026 pun menjadi capaian sekaligus dorongan bagi Jawa Barat untuk memastikan perencanaan tidak berhenti pada dokumen dan indikator penilaian.
Pembangunan, pada akhirnya, diharapkan hadir dalam bentuk pelayanan yang lebih mudah diakses serta program yang tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.(pangreka.id)