JMS Fest 2026 Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini kepada Generasi Muda Purwakarta

LOKAL

6/18/20262 min read

PURWAKARTA – Kejaksaan Negeri Purwakarta menggelar JMS Fest 2026 bertema “Sadar Hukum Sejak Dini” di Bale Sawala Yudistira, Kompleks Setda Purwakarta, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi hukum yang dikemas secara kreatif, edukatif, dan inspiratif bagi pelajar.

Acara dihadiri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Apsari Dewi, unsur Forkopimda, Ketua DPRD atau perwakilan, Kapolres Purwakarta, Dandim 0619 Purwakarta, perwakilan KCD Wilayah IV Jawa Barat, Kementerian Agama Purwakarta, Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, para kepala OPD, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan diawali dengan penampilan angklung oleh 34 siswa-siswi SLB Kapten Halim yang terdiri dari peserta didik dengan hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual, dan gerak. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan.

Ketua Panitia JMS Fest 2026, Ratno Timur Habeahan, melaporkan lomba poster diikuti 53 peserta, terdiri dari 40 pelajar SMP sederajat dan 13 pelajar SMA sederajat. Sementara lomba drama kolosal diikuti 16 kelompok, masing-masing delapan kelompok dari tingkat SMP dan SMA sederajat.

"Partisipasi yang tinggi ini merupakan indikator keberhasilan kolaborasi antara Kejaksaan Negeri Purwakarta dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam menanamkan kesadaran hukum kepada generasi muda. Besar harapan kami JMS Fest dapat terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya," ujar Ratno.

Untuk lomba poster, panitia menetapkan juara 1, 2, dan 3 pada masing-masing jenjang. Sedangkan lomba drama kolosal akan dipilih juara 1, 2, dan 3, serta penghargaan aktor terbaik dan aktris terbaik.

Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi, mengatakan JMS Fest 2026 merupakan kegiatan perdana yang digelar sebagai bentuk komitmen Kejari Purwakarta dalam membangun kesadaran hukum sejak dini.

"JMS Fest 2026 yang pertama kali diselenggarakan di Bale Sawala Yudistira ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan Negeri Purwakarta untuk membangun kesadaran hukum sejak dini. Para peserta hari ini menyampaikan pesan-pesan hukum secara kreatif, edukatif, dan inspiratif melalui karya-karya yang mereka tampilkan," kata Apsari.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menegaskan bahwa hukum tidak hanya dimaknai sebagai kumpulan pasal-pasal.

"Hukum bukan hanya pasal-pasal. Hukum adalah kebiasaan, hukum adalah karakter, hukum adalah filsafat, dan hukum adalah budaya. Karena itu, kesadaran hukum harus dibangun sejak dini melalui pendidikan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Om Zein.

Ia menambahkan, nilai-nilai kesadaran hukum sejalan dengan karakter Pancawaluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer yang menjadi fondasi pendidikan di Purwakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purwakarta juga berdialog dengan Azriel, siswa SMPN 5 Purwakarta, yang mengaku semakin tertarik menjadi jaksa setelah mengikuti rangkaian JMS Fest 2026. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat menjadi pelopor sekaligus agen sadar hukum di lingkungan masing-masing.(pangreka.id)