Kawal Bansos di Bojong Timur, Pemprov Jabar dan Pemkab Purwakarta Dorong KPM Naik Kelas

BERITALOKAL

9/3/2026

PURWAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta memperkuat pengawalan bantuan sosial melalui kegiatan Kawal Bansos di Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya memastikan bantuan sosial diterima masyarakat yang tepat sasaran, tetapi juga mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan.

Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Purwakarta, R. Muchamad Nurcahja, menegaskan bantuan sosial bukanlah sesuatu yang diberikan selamanya. Menurutnya, bansos merupakan bantalan sementara bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi bagian dari proses menuju kemandirian.

“Bansos itu bukan selamanya. Bansos itu sifatnya hanya sementara, merupakan suatu bantalan, sehingga bapak/ibu juga harus berupaya keluar dari kemiskinan,” ujar Nurcahja.

Karena itu, ia meminta KPM tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan keluarga.

“Bapak/ibu jangan hanya mengandalkan bantuan sosial. Bantuan sosial itu sementara, yang lebih penting adalah bagaimana bapak/ibu dapat keluar dari kemiskinan dengan cara graduasi dari bantuan sosial melalui program pemberdayaan sosial sehingga bisa lebih mandiri,” tambahnya.

Bantuan Disertai Pemberdayaan

Sejumlah bantuan disalurkan kepada masyarakat dalam rangkaian Kawal Bansos tersebut. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat menyerahkan 1.500 kilogram beras dalam 150 paket kepada 150 KPM, serta 300 ekor unggas kepada 30 KPM.

Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat turut menyerahkan bantuan alat bantu berupa tongkat kepada 15 penerima manfaat dan 30 bibit pohon. Sementara itu, Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kementerian Sosial RI memberikan bantuan Atensi kepada 20 KPM.

Penguatan KPM tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Mereka juga mendapatkan pembekalan melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan materi literasi keuangan digital, ketahanan keluarga dan keluarga berencana, serta pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).

Pembekalan tersebut melibatkan OJK Provinsi Jawa Barat, DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dan DKPP Provinsi Jawa Barat.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, KPM mengikuti pelatihan budidaya unggas bersama DKPP Provinsi Jawa Barat dan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta. Mereka juga mendapat pelatihan dan motivasi kewirausahaan dari Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kementerian Sosial RI.

Rangkaian kegiatan dilengkapi penyuluhan kebencanaan serta penanaman bibit pohon yang melibatkan Dinas Sosial P3A dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Purwakarta.

Data KPM Diverifikasi Langsung

Aspek ketepatan sasaran diperkuat melalui ground check terhadap keluarga Desil 1–4 yang belum menerima bantuan sosial, termasuk keluarga yang status desilnya belum dilakukan pemeringkatan.

Verifikasi lapangan dilakukan dengan mencocokkan kondisi aktual keluarga dengan data yang tersedia. Langkah tersebut sekaligus untuk mengidentifikasi kebutuhan intervensi lanjutan sesuai kondisi masing-masing keluarga.

Proses verifikasi melibatkan Tim Data, aparat Desa Bojong Timur, Dinas Sosial P3A Kabupaten Purwakarta, serta pendamping sosial.

Kegiatan Kawal Bansos tersebut melibatkan berbagai unsur dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi dan lembaga terkait. Hadir Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, S.E., M.AP., Kepala Desa Bojong Timur Dedi Junaedi, S.H., jajaran Dinas Sosial P3A Kabupaten Purwakarta, DKPP Provinsi Jawa Barat, DP3AKB Provinsi Jawa Barat, OJK Provinsi Jawa Barat, Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kementerian Sosial RI, Bank Jawa Barat (BJB), BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, Pemerintah Kecamatan Bojong, pendamping sosial, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Purwakarta, serta perangkat daerah dan unsur terkait lainnya.

Nurcahja mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan Kawal Bansos di Bojong Timur. Ia berharap pola kegiatan tersebut dapat menjadi contoh untuk dikembangkan di desa-desa lain di Kabupaten Purwakarta.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat atas kedatangan bapak/ibu sekalian. Mudah-mudahan bisa menjadi pilot project yang nanti bisa kami kembangkan juga untuk desa-desa lain di Kabupaten Purwakarta,” pungkasnya. 

Melalui Kawal Bansos, pemerintah tidak hanya memastikan bantuan tepat sasaran, tetapi juga mendorong KPM memiliki jalan keluar dari kemiskinan melalui pemberdayaan, sehingga bansos tidak berhenti sebagai bantuan, melainkan menjadi pijakan menuju kemandirian.(pangreka.id)