Add your promotional text...
Kopi Subang Tembus Timur Tengah dan Amerika, Kabizza Fest 2026 Ajak Warga Bangga Nikmati Produk Lokal
REGIONAL
8/2/20262 min read


SUBANG – Kopi asal Kabupaten Subang terus menunjukkan daya saing di pasar internasional. Di tengah keberhasilannya menembus pasar Timur Tengah dan Amerika Serikat, Pemerintah Kabupaten Subang kini mendorong agar kopi lokal semakin dikenal dan menjadi pilihan utama masyarakat melalui penyelenggaraan Kabizza Fest 2026.
Festival bertema "Pemuda Menyeduh, Subang Mendunia" tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, di Halaman Kantor Kecamatan Pagaden, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang promosi kopi lokal sekaligus wadah pengembangan kreativitas generasi muda di sektor kopi dan ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Agus Masykur Rosyadi mengatakan kopi Subang telah membuktikan kualitasnya di pasar global. Menurutnya, keberhasilan ekspor ke Timur Tengah dan Amerika menjadi bukti bahwa kopi asal Subang mampu bersaing dengan produk dari daerah maupun negara lain.
"Kopi Subang sudah menjadi komoditas luar biasa yang diekspor ke Timur Tengah dan Amerika. Artinya kualitas kopi kita sudah diakui. Oleh karena itu, masyarakat harus bangga menikmati kopi lokal, tidak perlu jauh-jauh mencari kopi dari daerah lain," ujarnya.
Agus, yang akrab disapa Kang Akur, juga mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang dengan Komunitas Seduh dalam menyelenggarakan Kabizza Fest 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus membangun jejaring dengan pemerintah.
Ia menilai anak muda Kabupaten Subang memiliki ide, inovasi, dan semangat yang besar. Namun, potensi tersebut kerap terkendala akses dan permodalan sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
"Anak muda punya ide, gagasan, dan semangat. Terkadang yang menjadi hambatan adalah akses dan permodalan. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan antara pemerintah dengan anak muda untuk bersama-sama mengembangkan potensi daerah," katanya.
Agus menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen hadir di berbagai sektor pembangunan, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemberdayaan kepemudaan. Ia berharap Kabizza Fest dapat menjadi agenda tahunan yang digelar bergilir di berbagai wilayah Kabupaten Subang.
Sementara itu, Kepala Disparpora Kabupaten Subang, Nenden Setiawati, menjelaskan dipilihnya Kecamatan Pagaden sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan bagian dari strategi pemerataan pengembangan industri kopi. Selama ini, berbagai festival kopi lebih banyak digelar di kawasan selatan yang dikenal sebagai sentra produksi kopi Subang.
"Kenapa di Pagaden? Selama ini festival kopi selalu di daerah selatan. Kami ingin hilirisasi kopi Subang merata sampai wilayah utara sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mencintai kopi lokal," ujarnya.
Nenden optimistis industri kopi Subang memiliki prospek besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Untuk itu, pihaknya mengundang pelaku usaha kedai kopi dan kafe dari 30 kecamatan agar semakin banyak menggunakan kopi asli Subang sebagai bahan utama.
Ia juga mendorong para barista muda untuk memahami potensi kopi sejak dari hulu hingga hilir, termasuk memperkenalkan kopi jenis liberika yang dinilai masih belum banyak dikenal masyarakat.
"Kopi robusta dan arabika Subang sudah terkenal, tetapi kopi liberika Kabupaten Subang masih belum banyak terekspos. Ini juga harus mulai diperkenalkan," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kepemudaan Disparpora Kabupaten Subang, Iin Inderawati, menjelaskan Kabizza Fest bertujuan memperkenalkan kopi asli Kabupaten Subang, meningkatkan kompetensi barista muda, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kalangan kepemudaan.
Selain kompetisi barista, Kabizza Fest 2026 juga menghadirkan pameran kopi lokal, stan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ruang interaksi antara petani, pelaku usaha, komunitas kopi, dan masyarakat.
Kabupaten Subang merupakan salah satu sentra produksi kopi di Jawa Barat. Produksi biji kopi dari daerah ini tercatat mencapai lebih dari 1.000 ton per tahun dan secara rutin diekspor ke berbagai negara. Pemerintah daerah juga terus meningkatkan produktivitas perkebunan, khususnya di Kecamatan Cisalak, melalui penerapan sistem budidaya pagar kopi untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas produksi.
Melalui Kabizza Fest 2026, Pemerintah Kabupaten Subang berharap hilirisasi industri kopi semakin berkembang, konsumsi kopi lokal terus meningkat, serta tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani, pelaku usaha, dan generasi muda. Dengan demikian, kopi Subang tidak hanya berjaya di pasar ekspor, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat di daerahnya sendiri.(pangreka.id)