Add your promotional text...
Menyusuri Jejak Kerajaan Sunda, Museum Sri Baduga Hadirkan Panggung Sejarah Tatar Pasundan
REGIONAL
6/19/20261 min read


BANDUNG – Museum Sri Baduga menghadirkan pameran temporer bertajuk “Susur, Alur, Kultur: Rekam Jejak Kerajaan di Jawa Barat dalam Panggung Sejarah Sunda” yang mengajak masyarakat menelusuri perjalanan panjang peradaban Sunda dari masa kerajaan hingga perkembangan budaya di Jawa Barat saat ini.
Pameran yang berlangsung di Museum Sri Baduga, Jalan BKR No. 185, Kota Bandung, itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, pada Rabu (17/6/2026). Melalui berbagai replika koleksi museum, infografis, narasi sejarah, materi visual, hingga teknologi digital, pengunjung diajak memahami jejak peradaban Sunda secara lebih interaktif.
Herman Suryatman mengatakan pameran tersebut mengeksplorasi perjalanan sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah berkembang di Tatar Sunda, mulai dari Salakanagara, Tarumanagara, Kerajaan Sunda, Galuh, Padjadjaran, Sumedang Larang, hingga Cirebon.
“Yang dieksplorasi itu mulai dari Salakanagara, Tarumanagara, kemudian bertransformasi ke Kerajaan Sunda, Galuh, dipertautkan kembali di Padjadjaran sampai bersemi di Sumedang 1579, dan kemudian ke Cirebon,” ujarnya.
Menurut Herman, museum memiliki peran strategis dalam menjaga warisan sejarah dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Jawa Barat. Pemahaman terhadap sejarah dinilai penting sebagai bekal untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Tidak ada bangsa yang bisa menjemput masa depan tanpa memahami hari ini dan tanpa belajar dari masa lalu. Jadi warga Jawa Barat harus memahami itu agar kita bisa maju,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menuturkan bahwa pameran temporer menjadi salah satu upaya mendekatkan sejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Ia juga mendorong sekolah-sekolah untuk memanfaatkan pameran sebagai sarana pembelajaran lapangan mengenai sejarah dan budaya Sunda.
Mengusung pesan “Waruga: Warisan Kudu Dijaga”, pameran ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah Tatar Sunda sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang.
Bagi masyarakat Jawa Barat, nama Sri Baduga tidak hanya dikenal melalui museum di Kota Bandung, tetapi juga melalui Taman Air Mancur Sri Baduga di Purwakarta yang menjadi salah satu ikon daerah. Keduanya menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya Sunda sebagai bagian dari identitas masyarakat Pasundan.(pangreka.id)