Add your promotional text...
Pemkab Purwakarta Jemput Bola Layani Warga Campaka, UMKM Lokal Ikut Dikenalkan
BERITALOKAL
8/20/2026


PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali menggelar pelayanan publik secara jemput bola untuk mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat. Kali ini, pelayanan publik keliling dilaksanakan di Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang rutin digelar setiap Kamis itu tidak hanya menyediakan layanan administrasi pemerintahan, tetapi juga menghadirkan sejumlah program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pasar pangan murah, pelayanan kesehatan, khitanan massal, serta pengenalan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Camat Campaka Dikky Sukmawijaya mengatakan, Kecamatan Campaka terdiri atas 10 desa. Menurutnya, pelayanan publik keliling menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
“Pelayanan publik ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Campaka. Jadi, bukan hanya pelayanan administrasi, tetapi juga ada kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kesejahteraan warga,” ujar Dikky saat diwawancarai dalam program Sirkel Radio Pro 93.10 FM.
Salah satu layanan yang mendapat perhatian masyarakat adalah Pasar Pangan Murah yang digelar melalui kolaborasi dengan Dinas Pangan dan Pertanian. Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh sejumlah kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Telur menjadi salah satu komoditas yang diminati warga. Harga telur yang berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp10 ribu per kilogram berkat subsidi yang diberikan oleh Om Zein, Bupati Purwakarta.
Selain pangan murah, pelayanan sosial juga dihadirkan melalui kegiatan khitanan massal. Sebanyak 56 peserta mengikuti kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Dikky mengapresiasi dukungan Om Zein, Bupati Purwakarta, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pelayanan publik keliling tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Om Zein, Bupati Purwakarta. Mudah-mudahan program seperti ini terus berjalan karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
UMKM Campaka Ikut Diperkenalkan
Pelayanan publik di Desa Cijunti juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat Kecamatan Campaka. Sejumlah produk UMKM lokal turut dipamerkan kepada masyarakat yang hadir.
Salah satunya adalah Bacitul Biasyakira, UMKM yang dikelola Nadyavani Septianita. Usaha asal Campaka tersebut dikenal melalui produk kuliner baso aci tulang rangu dan tercatat sebagai salah satu UMKM terbaik tingkat Kabupaten Purwakarta dalam ajang UMKM Naik Kelas Jawa Barat.
Kehadiran Bacitul Biasyakira dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan produk lokal sekaligus membuka peluang pemasaran bagi pelaku UMKM.
Selain produk kuliner, masyarakat juga diperkenalkan dengan produk kreatif berupa topi yang dibuat dari limbah kain yang sudah tidak terpakai. Limbah tersebut diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi sehingga berpotensi menjadi peluang usaha bagi masyarakat.
Dikky menilai pengenalan produk UMKM dalam kegiatan pelayanan publik merupakan langkah positif untuk mendorong masyarakat mengenal dan mendukung produk lokal.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak sebatas memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga mendorong potensi warga agar dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi.
“Potensi masyarakat harus terus kita dorong. Pemerintah hadir bukan hanya memberikan pelayanan, tetapi juga bagaimana potensi yang ada di masyarakat bisa berkembang dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.
Melalui pelayanan publik jemput bola tersebut, Pemkab Purwakarta berupaya memastikan berbagai layanan pemerintahan dapat diakses lebih dekat oleh masyarakat. Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mendorong perkembangan potensi ekonomi lokal di setiap wilayah.(pangreka.id)