Add your promotional text...
Purwakarta Jadi Rumah Data Center AI Nasional, Investasi Rp3,5 Triliun Resmi Dimulai
LOKAL
7/30/20262 min read


PURWAKARTA – Kabupaten Purwakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kawasan strategis investasi nasional. PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers) resmi memulai pembangunan fasilitas data center berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di kawasan Jatiluhur dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat data AI terbesar di Indonesia sekaligus menjadi tonggak penguatan infrastruktur digital nasional.
Fasilitas tersebut akan dibangun dalam gedung lima lantai di atas lahan seluas sekitar 8.000 meter persegi, dengan kawasan pengembangan mencapai 11 hektare. Data center ini dirancang memiliki kapasitas daya hingga 120 megawatt (MW) untuk mendukung penyimpanan, pengolahan, dan pengelolaan data digital berbasis teknologi tinggi.
Pemilihan kawasan Jatiluhur sebagai lokasi pembangunan didasarkan pada sejumlah keunggulan yang dimiliki wilayah tersebut. Selain memiliki kondisi geografis yang relatif aman dari ancaman banjir, longsor, dan gempa bumi, kawasan ini juga didukung ketersediaan pasokan listrik dan air bersih yang memadai, sehingga dinilai ideal untuk menunjang operasional pusat data berskala besar.
Dalam seremoni peletakan batu pertama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut pembangunan BDx Data Center sebagai langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Menurutnya, Purwakarta dipilih karena memiliki tingkat keamanan yang tinggi dari berbagai potensi bencana alam sehingga sangat layak menjadi lokasi pusat penyimpanan data nasional.
"Purwakarta dipilih karena memiliki tingkat keamanan yang tinggi dari berbagai potensi bencana alam. Kehadiran data center ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan digital Indonesia sehingga tidak lagi bergantung pada pusat data di luar negeri," ujar Dedi.
Ia juga berharap kepemilikan saham nasional dalam pengembangan pusat data tersebut terus meningkat sehingga manfaat ekonomi, penguasaan teknologi, dan nilai tambah investasi dapat semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Selain memperkuat infrastruktur digital nasional, proyek ini diperkirakan mampu menyerap 2.000 hingga 3.000 tenaga kerja mulai dari tahap pembangunan hingga operasional. Pada fase konstruksi, rekrutmen difokuskan untuk pembangunan gedung dan infrastruktur pendukung melalui portal Sistem Informasi Ketenagakerjaan Daerah Nyari Gawe.
Sementara pada fase operasional, perusahaan bersama pemerintah daerah akan melaksanakan program peningkatan kompetensi (upskilling) bagi teknisi dan insinyur lokal, termasuk lulusan perguruan tinggi dan politeknik di Purwakarta maupun wilayah sekitarnya. Program tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang siap mengelola data center berstandar internasional.
Untuk mendukung kelancaran investasi, pemerintah daerah bersama pihak pengelola juga telah berkoordinasi memastikan kesiapan infrastruktur pendukung. Kerja sama dilakukan dengan PLN dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna menjamin pasokan listrik dan air bersih tetap stabil tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat. Selain itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas akses jalan menuju kawasan industri guna memperlancar mobilitas logistik, pekerja, dan aktivitas ekonomi.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), PT Starone Mitra Telekomunikasi turut menyalurkan bantuan pendidikan serta alat bantu kesehatan kepada anak-anak penerima manfaat di wilayah Jatiluhur dan sekitarnya. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan investasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kehadiran BDx Data Center di Purwakarta diharapkan semakin memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Investasi senilai Rp3,5 triliun tersebut tidak hanya memperkokoh infrastruktur teknologi nasional, tetapi juga membuka peluang kerja baru, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(pangreka.id)