Ribuan Warga Meriahkan Gubyag Balong Serentak di 17 Kecamatan, Ajang Silaturahmi Semarakkan Hari Jadi Purwakarta

LOKAL

6/20/20262 min read

PURWAKARTA – Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Purwakarta larut dalam kemeriahan Gubyag Balong yang digelar serentak di 17 kecamatan, Jumat (20/6/2026). Tradisi menangkap ikan dengan tangan kosong tersebut menjadi salah satu agenda pesta rakyat yang paling dinantikan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58.

Sejak pagi, lokasi kegiatan dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua turun langsung ke balong untuk menangkap ikan yang telah ditebar panitia. Suasana penuh kegembiraan tercipta di setiap lokasi, diwarnai gelak tawa, sorak sorai, serta semangat kebersamaan yang begitu terasa.

Kegiatan Gubyag Balong dilaksanakan secara serentak di 17 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta, yakni:

1. Kecamatan Babakancikao di Desa Cigelam.

2. Kecamatan Bojong di Kampung Cileweung, Desa Bojong Timur.

3. Kecamatan Bungursari di belakang Kantor Desa Cibening.

4. Kecamatan Campaka di Balong Bos Wasmun, Desa Cijaya.

5. Kecamatan Cibatu di balong belakang Kantor Kecamatan Cibatu.

6. Kecamatan Darangdan di Balong Chomenk, Desa Darangdan.

7. Kecamatan Jatiluhur di Balong Pak Iing, Kampung Cikuya, Desa Kembangkuning.

8. Kecamatan Kiarapedes di Desa Ciracas.

9. Kecamatan Maniis di Balong Legok Bolang, Desa Tegaldatar.

10. Kecamatan Pasawahan di Desa Jati.

11. Kecamatan Plered di Balong Desa Palinggihan (Cimaedod).

12. Kecamatan Pondoksalam di Desa Salem.

13. Kecamatan Purwakarta di sepanjang Irigasi Citalang.

14. Kecamatan Sukasari di Balong H. Bidin, Desa Kertamanah.

15. Kecamatan Sukatani di Balong H. Cece, Desa Cianting Utara.

16. Kecamatan Tegalwaru di Balong Bojong Koneng, Desa Karoya.

17. Kecamatan Wanayasa di Mata Air Cibulakan, Desa Babakan.

Dari seluruh lokasi tersebut, pelaksanaan di sepanjang Irigasi Citalang, Kecamatan Purwakarta, menjadi salah satu yang paling menyita perhatian masyarakat. Berbeda dengan lokasi lain yang memanfaatkan balong atau kolam, warga di kawasan ini mengikuti tradisi menangkap ikan di aliran irigasi yang membentang di tengah hamparan persawahan dan permukiman, menghadirkan suasana unik sekaligus menambah kemeriahan kegiatan.

Camat Purwakarta menjelaskan, pemilihan saluran irigasi sebagai lokasi kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kemanfaatan, serta kemudahan akses bagi masyarakat. Selain itu, penggunaan saluran irigasi menjadi bagian dari upaya menghadirkan tradisi Gubyag Balong dalam suasana yang lebih dekat dengan kehidupan warga sehari-hari.

"Kegiatan ini bukan hanya tentang menangkap ikan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta melestarikan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Purwakarta. Saluran irigasi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memungkinkan masyarakat berpartisipasi secara luas dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran fungsi irigasi," ujar Camat Purwakarta.

Salah seorang peserta, Asep (40), mengaku terkesan dengan konsep pelaksanaan Gubyag Balong di Irigasi Citalang. Menurutnya, lokasi tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kegiatan serupa yang biasanya digelar di kolam atau balong.

"Yang membuat kegiatan ini menarik adalah lokasinya di sepanjang Irigasi Citalang. Biasanya Gubyag Balong digelar di kolam, tetapi kali ini berbeda sehingga suasananya lebih meriah. Warga bisa menikmati hiburan sekaligus berkumpul dan bersilaturahmi," katanya.

Hal senada disampaikan Dadan (58). Menurutnya, pelaksanaan Gubyag Balong di sepanjang Irigasi Citalang membangkitkan kenangan masa kecil yang dulu akrab dengan aktivitas bermain dan menangkap ikan di saluran irigasi.

"Kegiatan ini mengingatkan saya pada masa kecil dulu. Kami sering bermain dan mencari ikan di irigasi seperti ini. Suasananya ramai dan penuh kebersamaan. Masyarakat sangat terhibur, dan kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena menjadi ajang silaturahmi yang baik bagi warga," ujar Dadan.

Kemeriahan Gubyag Balong yang berlangsung serentak di 17 kecamatan menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Lebih dari sekadar hiburan rakyat, kegiatan ini menjadi wadah mempererat hubungan sosial, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah dalam semangat perayaan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58 Tahun 2026.(pangreka.id)