Add your promotional text...
World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, 300 Relawan Kumpulkan 27,84 Kg Sampah
BERITAREGIONAL
9/25/2026


PURWAKARTA – Sebanyak 300 relawan dari berbagai elemen masyarakat terlibat dalam aksi bersih lingkungan pada puncak World Cleanup Day (WCD) 2026 tingkat Jawa Barat yang digelar di Alun-Alun Purwakarta, Minggu (20/9/2026).
Mengusung tema “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan diisi dengan edukasi mengenai pentingnya mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Leader World Cleanup Day Jawa Barat, Fajar Amali Kurniawan, mengatakan aksi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa upaya menjaga lingkungan masih membutuhkan aksi berkelanjutan.
“Aksi yang harus kita lakukan untuk lingkungan masih banyak,” ujar Fajar, Minggu (20/9/2026).
Menurut Fajar, rangkaian aksi cleanup akan terus dilakukan bersama sejumlah mitra hingga tahap pelaporan yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026. Ia berharap gerakan tersebut dapat memperkuat kolaborasi berbagai elemen di Jawa Barat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dari aksi plogging di kawasan Alun-Alun Purwakarta, para relawan berhasil mengumpulkan 27,84 kilogram sampah.
Sampah tersebut terdiri atas 10,16 kilogram sampah organik, 10,82 kilogram anorganik, dan 6,86 kilogram residu.
Sampah yang terkumpul kemudian dikelola melalui Bank Sampah Panulisan. Pemilahan menjadi bagian penting agar sampah yang dikumpulkan tidak berhenti sebagai hasil kegiatan bersih-bersih, tetapi dapat ditangani dan dimanfaatkan sesuai jenisnya.
Kegiatan World Cleanup Day 2026 di Purwakarta mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Di tingkat daerah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta turut mendukung gerakan tersebut sebagai bagian dari kolaborasi dalam mendorong pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya.
Leader World Cleanup Day Kabupaten Purwakarta, Agung Kurniawan, mengatakan kegiatan tahun ini mengedepankan kolaborasi pentahelix dengan melibatkan sekolah dan kalangan remaja.
“Kegiatan kami saat ini mengusung kolaborasi Pentahelix yang menitikberatkan kepada sekolah-sekolah dan remaja untuk terus melakukan aksi giat dan mulai memilah sampah dari rumah,” kata Agung.
Menurutnya, edukasi pemilahan sampah perlu terus dilakukan agar kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
Aksi di Alun-Alun Purwakarta menjadi bagian dari gerakan yang menempatkan kegiatan bersih lingkungan sebagai langkah awal. Setelah sampah dikumpulkan, pemilahan dan pengelolaan menjadi tahapan penting untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Keterlibatan relawan, komunitas, pemerintah, sekolah, dan masyarakat menunjukkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi. Gerakan tersebut diharapkan dapat mendorong kebiasaan untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.(pangreka.id)